Lewat Rekam Persuasif, Stinghaze mengajak pendengar peka dalam isu sosial

Lewat Rekam Persuasif, Stinghaze mengajak pendengar peka dalam isu sosial


SeputarMusik - Stinghaze akhirnya selesai luncurkan EP yang berjudul “Rekam Persuasif” pada tanggal 31 Januari 2020. Dalam mini album perdana tersebut, Stinghaze menyajikan 5 trek lagu yaitu, Distorsi, Genosida, Intrik, Bungkam, dan Gusar.

Dengan musik Rock dan bahasa yang lugas, band yang bergenre Heavy Rock ini berusaha untuk memberikan pesan tersirat bagi pendengarnya yang mungkin memiliki rasa “sama” dalam segi musik ataupun kepekaan terhadap isu sosial.  Dengan mengusung judul “Rekam Persuasif” Sringhaze berusaha mengajak para pendengarnya untuk peka dalam isu sosial yang disajikan dalam bentuk audio.

seperti lagu Distorsi yang dibuat pada saat gencar-gencarnya musik pop di tanah air mulai kembali medapatkan sorotan dan banyak orang yang menganggap musik rock telah mati. Lagu Genosida yang menceritaan tentang tebunuhnya Hak Asasi Manusia. Lagu intrik, yang menceritakan tentang pemilu yang dibuat berdasarkan asumsi  semata tentang apa yang akan terjadi pada "Pemilihan Presiden 2019". Bungkam yang menceritakan tentang isu hoax dan sosial media, dan juga Gusar yang menceritakan tentang hiruk-pikuknya kejadian di 23-24 September 2019 lalu mengenai penolakan RUU KUHP”.

Hampir semua lirik lagu (kecuali Distorsi) dibuat dalam lingkungan yang jauh dari music Rock, vokalis (Panji) pada saat itu bekerja di sebuah cafe milik musisi duo EndahnRhesa yang membuat sebuah perkumpulan atau komunitas Songwriting Club yang rutin diadakan di hari Senin,dari situ penulis lirik sekaligus sang vokalis membuahkan karyanya berkat beberapa Pekerjaan Rumah (PR) yang diberikan oleh Endah Widiastuti dan juga Rhesa Adhitya.

Dalam pengerjaan mini album ini, Stinghaze juga berkolaborasi dengan seorang illustrator asal Semarang yaitu, Zulfajri MB. “Berawal dari perkenalan dalam sosial media Instagram, beliau bersedia untuk membantu dalam pembuatan Artwork hingga me-layout booklet mini album nya dalam bentuk visual”.

Proses rekaman mini album perdana berlangsung di Apache Music Studio, Bekasi. Membutuhkan waktu sekitar satu setengah tahun untuk merampungkan seluruh lagu mulai dari penulisan lirik hingga mastering akhir lagunya.

Rencana kedepannya setelah merilis EP Stinghaze akan membuat beberapa merchandise dan melangsungkan tur ke beberapa kota.


Post a Comment

0 Comments