Sejarah Musik dan Perkembangan Musik Khas Indonesia

Sejarah Musik dan Perkembangan Musik Khas Indonesia

Keroncong Merupakan Jenis Musik Khas Indonesia




seputarmusikindo - Apabila kita lihat perrkembangan musik saat ini, mungkin jika kita lihat pendengar musik keroncong pada saat ini sudah menurun drastis dari tahun ketahunnya. Bahkan beberapa orang dari kita masih sangat asing dengan jenis musik khas indonesia yang satu ini.

Ada salah satu rekan dekat kami mengatakan bahwa musik keroncong adalah musik daerah yang tentu saja mewakili hanya sebagian daerah saja, dan hal tersebut yang membuat tidak semua rakyat indonesia mengetahui musik tersebut.

Namun jika telusuri dalam buku Ensiklopedi Jakarta disebutkan bahwa asal mula Musik Keroncongberasal dari bahasa portugis yakni jukulele (Ukulele) dalam bahasa portugis disebut dengan nama croucho yang artinya kecil. inilah yang menjadi dasar dari bebunyian khas keroncong, hingga akhirnya menciptakan paradigma mengenai alat musik khusus yang klop dengan genrenya.

Keunikan Keroncong salah satunya adalah dari bunyi cak, cuk, dan cello. Bunyi Cak, Cuk lah yang membuat ciri khas dari keroncong ini dengan suara creng congnya dan cak cuk pula lah yang merupakan evolusi dari croucho ini.

Lalu khas keroncong pun ditambah dengan cello 3 senar gut-nya, dimainkan oleh orang indonesia dengan cara dipetik tidak digesek seperti biola , konon kenapa cello dipetik karena orang indonesia tidak mengerti cara memainkan cello, walaupun pada kenyataannya cello bisa pun bisa dimainkan dengan cara dipetik.

Dalam bentuknya yang kecil ini, biasanya alat musik ini di mainkan oleh cresco yang di iringi oleh musik dawai seperti biola, ukulele serta selo yang terkadang ditambahkan juga oleh perkusi yang menjadi satu set orkes dimainkan oleh komunitas keturunan portugis dari ambon yang tinggal di Kampung Tugu, Jakarta Utara.

Kemudian berkembang kearah selatan di Kemayoran dan gambir oleh orang betawi yang berbaur dengan musik Tanjidor (Tahun 1980-1920) dan pada tahun 1920-1960 pusat perkembangan pindah ke solo dan beradaptasi dengan irama yang lebih lambat sesuai sifat orang jawa.

Alat musik tersebut berbaur dengan budaya lokal indonesia , selain dimainkan bersama biola alat musik ini pun sering juga dimainkan bersama sitar dan gamelan lalu dinyanyikan dengan lagu-lagu bernuansa tradisonal jawa yaitu Langgam Jawa.

Nah itulah Sejarah dan Perkembangan Jenis Musik Khas Indonesia yang sekarang sudah jarang di dengar oleh penikat musik indonesia.

Post a Comment

0 Comments