Queen Lussy Renata Tuangkan Kerinduan pada Putra Tercinta Lewat Single "Cahaya di Ujung Senja"

0


seputarmusikindo.com - Jakarta, 13 Juni 2026 – Kehilangan orang yang dicintai sering kali meninggalkan luka mendalam yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Namun bagi Queen Lussy Renata, rasa duka tersebut justru melahirkan sebuah karya penuh makna bertajuk "Cahaya di Ujung Senja", sebuah lagu yang menjadi refleksi perjalanan batin sekaligus ungkapan cinta untuk putra tercintanya, almarhum dr. Josse Nathan Goenawan.


Single ini terinspirasi dari pengalaman pribadi Queen Lussy Renata dalam menghadapi masa-masa berat setelah kepergian sang buah hati. Di tengah kesedihan dan berbagai pertanyaan yang muncul, ia menemukan keyakinan bahwa kematian bukanlah akhir dari segalanya, melainkan sebuah perjalanan pulang menuju Sang Pemilik Kehidupan. Pesan itulah yang kemudian dituangkan ke dalam lirik yang sarat harapan dan penguatan.

Melalui "Cahaya di Ujung Senja", Queen Lussy Renata mengajak pendengar untuk menjalani proses menerima kehilangan, berdamai dengan kenyataan, serta menemukan ketenangan melalui iman. Lagu ini menjadi simbol bahwa kasih sayang sejati tidak akan pernah terhapus oleh jarak maupun waktu.

Lebih dari sekadar karya musik, "Cahaya di Ujung Senja" hadir sebagai doa dan pesan cinta bagi mereka yang tengah merindukan anggota keluarga, sahabat, maupun orang terkasih yang telah lebih dahulu berpulang.
l Queen berharap lagu ini dapat menjadi teman bagi siapa saja yang sedang berjuang menghadapi duka dan mengingatkan bahwa selalu ada harapan di balik setiap kesedihan.

"Suatu hari nanti, setiap jiwa akan kembali bertemu dalam cahaya keabadian yang sama," menjadi pesan mendalam yang ingin disampaikan melalui lagu ini. Dengan balutan melodi yang hangat dan lirik yang menyentuh, "Cahaya di Ujung Senja" diharapkan mampu menguatkan hati banyak orang serta menghadirkan penghiburan bagi mereka yang sedang merasakan kehilangan.

Untuk proses produksinya, lagu ini ditulis dan diciptakan langsung oleh Queen Lussy Renata. Rekaman vokal dilakukan di Gana Studio, dengan aransemen musik oleh Sis Akbar. Proses mixing dikerjakan oleh Sis Akbar di Oasis 911, sementara mastering dipercayakan kepada Oasis 911 Music Studio. Karya ini menjadi bukti bahwa dari sebuah kehilangan yang mendalam, dapat lahir cahaya harapan yang menyentuh banyak hati.

Post a Comment

0Comments
Post a Comment (0)