seputarmusikindo.com - Jakarta — Glenn & The Vicious Boys resmi membuka babak baru dalam perjalanan musik mereka dengan merilis album studio ketiga bertajuk JIU. Album ini tidak hanya menegaskan eksistensi band punk rock yang berdiri sejak 2020, tetapi juga menunjukkan perubahan perspektif mereka dalam bermusik, berkarya, dan menyampaikan pesan sosial.
JIU digarap sepenuhnya di Bali selama hampir satu tahun, lahir dari proses perenungan jauh dari hiruk-pikuk rutinitas Jakarta. Glenn bersama Nicky bay Rico dan phitoy mematangkan materi album dengan pendekatan musikal dan konseptual yang lebih dewasa. Tidak hanya itu, mereka juga melibatkan sejumlah musisi punk lokal Bali untuk memberikan warna tambahan pada karya ini.
Album ini dibangun dengan simbolisme angka sembilan, tercermin dari sembilan lagu yang disajikan dan visual yang sarat makna, termasuk simbol merpati, knuckle, peluru, dan uang. Semua simbol tersebut merefleksikan kegelisahan sosial, khususnya soal ketidakadilan hukum.
“Ada 9 lagu dan 9 makna berbeda. Simbol-simbol itu perwakilan kondisi hukum yang belum adil,” ujar Glenn saat peluncuran album di Bablas Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (9/1).
Salah satu sorotan JIU adalah kolaborasi dengan Cornelia Agatha pada lagu Damai, yang membacakan puisi karya W.S. Rendra. Kehadiran unsur puisi ini menghadirkan nuansa yang tak lazim dalam dunia punk rock.
Secara musikal, JIU menampilkan dinamika yang lebih terkendali dibanding karya-karya sebelumnya yang cenderung agresif dan cepat. Album ini menandai fase pendewasaan Glenn & The Vicious Boys, tanpa meninggalkan energi khas punk yang telah menjadi ciri identitas mereka.
Dengan JIU, Glenn & The Vicious Boys membuktikan bahwa meski memasuki babak baru, semangat pemberontakan, kritik sosial, dan energi punk tetap menjadi napas utama karya mereka.


