Inggit A Wulan Tandai Fase Baru Lewat “Memoar”, Angkat Narasi Personal dalam Balutan Pop Rock

0

Foto Istimewa

seputarmusikindo.com - Jakarta, 25 April 2026 — Solois Inggit A Wulan resmi merilis extended play (EP) perdananya bertajuk “Memoar” tepat pada perayaan hari ulang tahunnya yang ke-38 Tahun pada Minggu, 26 April 2026 di Kawasan Kuningan Jakarta.


Karya ini menjadi penanda fase baru dalam perjalanan bermusiknya, sekaligus menghadirkan empat lagu yang merangkai kisah personal tentang proses pendewasaan diri.

Dalam keterangan resminya, Inggit menyebut EP ini sebagai medium untuk menyampaikan cerita secara lebih utuh.

Foto Istimewa

“Ep ini seperti langkah baru bagi saya, karena untuk pertama kalinya saya bisa bercerita secara utuh, bukan hanya lewat satu lagu, tapi melalui satu rangkaian cerita,” ujar Inggit dalam keterangannya.

Mengusung konsep besar “Perjalanan Pulang ke Diri Sendiri”, Memoar memuat refleksi emosional yang merepresentasikan tahapan perasaan manusia. Tema yang diangkat meliputi harapan dalam kasih sayang, kesadaran akan kefanaan hidup, pengalaman kehilangan, hingga pencarian makna di tengah kesepian.

"Memoar adalah catatan jujur tentang apa yang saya rasakan, lihat, dan alami dalam hidup. Ini bukan hanya kumpulan lagu, tapi perjalanan untuk memahami diri sendiri dan menemukan arah untuk pulang,” kata Inggit lanjutnya.

Dari sisi musikalitas, EP ini menggabungkan elemen pop rock, rock, dan slow rock dengan pendekatan yang menitikberatkan pada ekspresi emosi. Inggit menilai genre rock menjadi medium yang paling tepat untuk menyampaikan keresahan batin yang menjadi benang merah dalam karyanya.

EP Memoar terdiri dari empat lagu, yakni “Cinta Bertahanlah”, “Serupa Embun”, “Teman Sejati”, dan “Kesepian”. Lagu “Serupa Embun” dipilih sebagai single utama karena dinilai mewakili pesan inti EP, yakni tentang kerendahan hati dan rasa syukur.

Foto Istimewa

Dalam proses produksinya, Inggit turut berperan sebagai produser untuk seluruh lagu. Ia bekerja sama dengan Vian Uone, Dedi Hamid, dan Virman Agus Wibowo dalam pengembangan aransemen dan produksi. Setiap lagu disebut lahir dari latar cerita yang kuat, mulai dari isu sosial seperti kekerasan dan perundungan, hingga pengalaman personal terkait kehilangan dan kehampaan.

"Prosesnya sangat emosional. Tantangannya adalah menjaga rasa itu tetap jujur sampai ke pendengar,” ujarnya.

Melalui Memoar, Inggit berharap karyanya dapat menjadi ruang bagi pendengar untuk merasa ditemani, terutama dalam momen-momen sulit.

“Tidak apa-apa menjadi manusia yang tidak sempurna. Yang penting, kita tahu ke mana harus kembali pulang,” tutupnya.

Ep Memoar kini telah tersedia di sejumlah platform streaming musik, termasuk Spotify, YouTube Music, dan Apple Music.

Post a Comment

0Comments
Post a Comment (0)