The Jansen Akhiri Trilogi dengan “Romantisasi Impulsif”, Eksperimen Baru & Lagu Cinta Perdana Bikin Geger

0


seputarmusikindo.com - Band indie asal Bogor, The Jansen kembali membuat langkah tak terduga di kancah musik Indonesia. Memasuki April 2026, mereka resmi mengumumkan album keempat bertajuk Romantisasi Impulsif—sebuah karya yang sekaligus menjadi penutup trilogi perjalanan musikal mereka.

 
Album ini melengkapi rangkaian yang telah dimulai lewat Banal Semakin Binal (2022) dan berlanjut di Durja Bersahaja (2024). Kini, trilogi tersebut mencapai klimaks dalam 12 nomor lagu yang disebut-sebut akan merangkum evolusi sound dan pendekatan lirik mereka selama beberapa tahun terakhir.
 
Menariknya, formasi The Jansen kini menyisakan dua personel, yakni Cinta Rama Bani Satria (Bani) dan Adji Pamungkas. Namun alih-alih meredup, mereka justru tampil semakin berani bereksperimen.
 
Sebagai pembuka menuju album terbaru ini, mereka merilis single bila cinta adalah sebuah propaganda (wo ai ni) pada 29 April 2026. Sehari setelahnya, video lirik lagu tersebut hadir di kanal YouTube mereka dengan konsep visual yang terinspirasi dari film Hong Kong era 90-an. Tak hanya itu, lirik lagu ini juga ditampilkan dalam tiga bahasa: Indonesia, Inggris, dan Mandarin—sebuah pendekatan yang memperluas jangkauan emosional sekaligus estetika karya mereka.
 
Yang paling mengejutkan, lagu ini menjadi tonggak baru dalam diskografi mereka. Untuk pertama kalinya, The Jansen secara sadar menciptakan lagu bertema cinta. “Ini pertama kali The Jansen dengan sengaja membikin lagu cinta,” ungkap Adji.
 
Dengan langkah ini, The Jansen kembali menegaskan bahwa mereka bukan band yang nyaman dengan pola lama. Romantisasi Impulsif bukan hanya sekadar penutup trilogi, tapi juga membuka pertanyaan baru: apakah ini akhir yang manis, atau justru awal dari babak berikutnya yang lebih tak terduga?

Post a Comment

0Comments
Post a Comment (0)