Lugia Hadirkan Nostalgia Hangat Lewat "Memberi Cinta" Dengan Sentuhan Retro 80'an

0

Foto Grup Lugia Band

seputarmusikindo.com - Band asal Garut, Lugia kembali melanjutkan perjalanan musikal mereka lewat perilisan single terbaru berjudul “Memberi Cinta”. Lagu ini menjadi karya keempat Lugia setelah sebelumnya merilis “Menepi”, “Menuju”, dan “Memikat”, sekaligus mempertegas identitas musik mereka yang memadukan nuansa retro era 80-an dengan sentuhan isu dan keresahan modern.


Digawangi Ikhsan Taufik (vokal), Utari Berliani (keyboard), Ramdani Setiawan (gitar), dan Annas Maulana (drum), Lugia menghadirkan karakter musik yang hangat, groovy, dan penuh nostalgia. Meski terinspirasi dari warna musik lawas, band ini tetap menyisipkan pendekatan lirik yang dekat dengan kehidupan anak muda masa kini.

Masih berada dalam semesta kreatif bertajuk “Butterfly Era”, lagu “Memberi Cinta” bercerita tentang seseorang yang tengah jatuh cinta secara tulus. Sosok dalam lagu ini ingin memberikan seluruh rasa cintanya tanpa mengharapkan balasan, melainkan dengan keikhlasan dan keyakinan bahwa kebahagiaan dalam kisah cintanya telah diatur oleh semesta.

Dalam proses produksinya, Lugia menggandeng musisi muda asal Yogyakarta, Alexander Yoga, yang juga dikenal sebagai keyboardist band Fourtune. Alexander turut berperan sebagai produser sekaligus membantu pengembangan aransemen lagu agar terdengar lebih matang dan emosional.

Menariknya, proses rekaman “Memberi Cinta” dilakukan secara mandiri lewat metode home recording di rumah salah satu personel Lugia. Setelah itu, aransemen musik dikembangkan lebih jauh bersama Alexander Yoga, sementara pengisian bass dibantu oleh Henoch. Untuk lapisan backing vocal, Lugia menggandeng Akhira Larasati, sedangkan proses rekaman vokal dilakukan di Studio Aru.

Artwork "Memberi Cinta"

Secara musikal, “Memberi Cinta” lahir dari materi sederhana berupa alunan MIDI piano dan vokal. Dari pondasi tersebut, seluruh personel kemudian mengembangkan ide masing-masing hingga tercipta komposisi yang kaya warna. Hentakan drum groovy, piano elektrik bernuansa manis, permainan gitar bersih, hingga sentuhan bass dan synthesizer khas 80-an menjadi elemen utama yang membangun atmosfer lagu ini.

Tak hanya terdengar ringan dan mudah dinikmati, “Memberi Cinta” juga memiliki struktur musikal yang cukup kompleks. Lugia memainkan beberapa modulasi nada di sejumlah bagian lagu, mulai dari verse, interlude, hingga chorus akhir, yang membuat lagu ini terasa dinamis namun tetap nyaman didengar. Sementara dari sisi lirik, Lugia memilih bahasa sehari-hari yang sederhana dan mengalir layaknya sebuah curahan hati, sehingga mudah dipahami para pendengar.

Di balik proses kreatif tersebut, Lugia juga menghadapi tantangan tersendiri. Tempo lagu yang cukup cepat dan energik membuat para personel harus ekstra menjaga kestabilan permainan tanpa terdengar berlebihan. Mereka sengaja menghindari permainan yang terlalu “show-off” agar emosi dan cerita dalam lagu tetap menjadi fokus utama.

Setelah proses recording selesai, tahap mixing dan mastering dipercayakan kepada Billy Ramdhani di CLM Studio. Billy dikenal sebagai saxophonist yang pernah terlibat dalam proyek musik Yura Yunita, serta telah mengerjakan karya dari Juicy Luicy dan Lalahuta.

Melengkapi perilisan lagu ini, Lugia juga menghadirkan video lirik dan artwork yang dikerjakan bersama fotografer dan videografer mereka, Teguh Ramadhan. Visual yang ditampilkan menggambarkan kisah cinta anak muda yang sedang berbunga-bunga, penuh senyuman, dan dipenuhi harapan sederhana tentang cinta yang ingin dimiliki selamanya.

Lewat “Memberi Cinta”, Lugia tidak hanya menawarkan nostalgia musik retro, tetapi juga menghadirkan cerita cinta yang dekat dengan realita generasi muda saat ini.

Post a Comment

0Comments
Post a Comment (0)