Sakinah Mawaddah Warahmah (SMW)
seputarmusikindo.com - Sebuah ajakan bermain yang terdengar sederhana justru menyimpan cerita hangat tentang keluarga. Grup hardcore punk keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah (SMW) resmi merilis ulang single “Ayok Main”, lagu yang sempat mencuri perhatian publik melalui video sederhana Zea Ghazalla di media sosial pada 2025.
Lagu tersebut pertama kali ditulis oleh Dani Onyonk atau Abi sebagai respons atas energi eksplosif Zea, putri semata wayang mereka. Direkam menggunakan peralatan seadanya dengan sentuhan musik hardcore punk yang kasar dan spontan, “Ayok Main” tumbuh secara organik dan menyentuh banyak pendengar melalui lirik-lirik polos yang merekam keresahan seorang anak perempuan terhadap kesibukan orang tuanya.
Berangkat dari percakapan sehari-hari di rumah, “Ayok Main” menjadi ungkapan jujur tentang kerinduan seorang anak untuk ditemani bermain oleh sosok ayah yang dicintainya. Tidak ada metafora rumit atau pesan yang dibuat-buat. Lagu ini hanya menyuarakan keinginan sederhana yang kerap luput disadari orang dewasa: hadir sepenuhnya untuk anak-anak mereka.
Artwork
Kini, energi spontan yang pernah diluapkan Zea untuk mengusir kebosanan hadir kembali dalam balutan aransemen baru dengan kualitas produksi yang lebih matang. Versi terbaru “Ayok Main” melibatkan Dani Onyonk (Abi), Wulan Estriyani (Mama), Zea Ghazalla, Om Kups, dan Om Buls, sekaligus menjadi penanda perjalanan menuju perilisan album penuh perdana SMW dalam waktu dekat.
Bagi SMW, “Ayok Main” bukan sekadar lagu pembuka perjalanan bermusik mereka. Lagu ini adalah pengingat bahwa sebelum berdiri sebagai sebuah band, mereka terlebih dahulu adalah keluarga. Sebelum menjadi karya yang dinyanyikan di atas panggung, “Ayok Main” hanyalah percakapan sederhana yang lahir dari ruang tamu, dari seorang anak yang ingin ditemani bermain oleh orang-orang yang paling dicintainya.
Sakinah Mawaddah Warahmah sendiri merupakan band keluarga beraliran hardcore punk yang digawangi Dani Onyonk sebagai gitaris dan vokalis, Wulan Estriyani sebagai vokalis, serta Zea Ghazalla sebagai vokalis utama. Formasi mereka semakin lengkap dengan kehadiran Om Kups di posisi drum dan Om Buls sebagai bassist.
Kembalinya Dani dan Wulan ke dunia musik setelah hampir satu dekade vakum menjadi bagian dari mimpi yang sempat tertunda. Sementara bagi Zea, yang telah bercita-cita menjadi penyanyi sejak taman kanak-kanak, kehadiran SMW menjadi langkah awal untuk mewujudkan impian tersebut.
Melalui “Ayok Main”, SMW menunjukkan bahwa musik hardcore tidak selalu berbicara tentang kemarahan atau perlawanan. Di tangan keluarga kecil ini, hardcore justru menjadi medium untuk merawat kedekatan, mengabadikan momen-momen sederhana, dan merayakan cinta yang tumbuh di dalam rumah.


