MONEYMAKINGMACHINE
seputarmusikindo.com - Setelah dikenal dengan nama REJECTED(M)ONEY, musisi ini resmi membuka babak baru dalam perjalanan kariernya dengan mengusung identitas MONEYMAKINGMACHINE atau MMM (Triple M). Pergantian nama tersebut bukan sekadar langkah rebranding, melainkan penegasan arah artistik yang lebih matang, sinematik, dan berani.
Jika sebelumnya karya-karyanya banyak mengeksplorasi tema penolakan, romansa, dan ambisi, kini MONEYMAKINGMACHINE tampil dengan karakter yang lebih tajam, dingin, dan misterius. Meski begitu, sisi emosional yang menjadi benang merah dalam setiap karyanya tetap dipertahankan sebagai identitas utama.
Sebagai penanda dimulainya era baru tersebut, MONEYMAKINGMACHINE merilis single perdana bertajuk "AIN'T NO LOVER" pada 12 Juli 2026. Lagu ini mengangkat fenomena situationship, sebuah hubungan yang berkembang melampaui batas pertemanan, tetapi tidak pernah benar-benar memiliki status yang jelas sebagai sebuah hubungan asmara.
Lewat lirik yang lugas namun penuh makna, "AIN'T NO LOVER" menggambarkan tarik-ulur antara hasrat, rasa bersalah, permainan kuasa, hingga upaya menyembunyikan luka di balik sikap yang tampak tenang. Alih-alih mengusung kisah cinta yang melodramatis, MONEYMAKINGMACHINE memilih menyajikan perspektif yang lebih realistis dan dewasa tentang hubungan modern.
Artwork
Lagu ini berbicara mengenai seseorang yang hanya menjadi rahasia, pelarian sementara, hingga keberanian untuk mengakhiri hubungan yang tidak memiliki kepastian. Pendekatan tersebut membuat "AIN'T NO LOVER" terasa relevan dengan dinamika hubungan yang banyak dialami generasi saat ini.
Tak hanya menjadi single pembuka, "AIN'T NO LOVER" juga berfungsi sebagai gerbang menuju EP terbaru yang tengah dipersiapkan MONEYMAKINGMACHINE. Lagu ini menjadi pengantar menuju semesta musikal baru yang akan dipenuhi eksplorasi mengenai ambisi, kritik sosial, hingga konsekuensi emosional dari hubungan-hubungan yang sulit didefinisikan.
Melalui transformasi ini, MONEYMAKINGMACHINE tak sekadar memperkenalkan nama baru, tetapi juga membangun ulang identitas artistiknya menjadi lebih elegan, sinematik, dan sulit ditebak. Konsep tersebut menjadi fondasi yang akan mewarnai karya-karyanya ke depan.
Di balik proses produksinya, "AIN'T NO LOVER" digarap oleh Fikri Abirawa bersama Valeryan Prasista Alvandra sebagai produser, dengan arahan vokal dari Imelda Lizal. Lagu ini juga ditulis oleh Fikri Abirawa dan menjadi titik awal perjalanan MONEYMAKINGMACHINE dalam menghadirkan karya-karya yang mengeksplorasi sisi gelap, sensual, sekaligus personal.
Dengan identitas baru dan arah musikal yang semakin kuat, MONEYMAKINGMACHINE menegaskan bahwa transformasi ini bukan sekadar pergantian nama, melainkan langkah awal menuju fase baru yang siap menghadirkan pengalaman musikal yang lebih berani, emosional, dan sinematik bagi para pendengarnya.


