seputarmusikindo.com - Skena punk Karawang kembali menunjukkan geliatnya. Kali ini, PUNKESMAS hadir membawa energi baru lewat single terbaru bertajuk “Baca Pikir Lihat”, sebuah karya yang memadukan distorsi musik punk dengan pesan tentang literasi, nalar kritis, dan pentingnya tidak mudah menerima informasi begitu saja.
Tak sekadar mengandalkan tempo cepat dan energi yang lekat dengan suasana moshpit, PUNKESMAS menjadikan “Baca Pikir Lihat” sebagai ruang untuk menyuarakan keresahan terhadap kebiasaan mengikuti arus tanpa memahami informasi secara utuh.
Single ini digarap oleh gitaris Eris Ristendi, yang berperan sebagai pencipta lagu sekaligus arsitek aransemennya. Racikan tersebut mempertemukan karakter musik punk yang agresif dengan lirik yang mengajak pendengar untuk lebih kritis terhadap berbagai informasi di sekitarnya.
Dari sisi musikalitas, fondasi lagu diperkuat dentuman bas Anggi dan permainan drum Apas. Sementara itu, lini vokal diisi duet Anzarriva dan Bayu Guntara yang membawakan lirik dengan artikulasi lugas dan penuh tekanan.
“Kami melihat banyak orang bersuara keras seolah tahu semua hal, padahal cuma ikut arus tanpa tahu asalnya. Lewat lagu ini, kami ingin menegaskan kalau perlawanan paling nyata hari ini adalah dengan berpikir kritis dan membaca data,” ujar Eris Ristendi dalam keterangan tertulis.
Pesan tersebut kemudian dipertegas melalui lirik yang menyoroti fenomena kepatuhan buta dan kebiasaan malas memeriksa informasi. PUNKESMAS menawarkan cara pandang bahwa sikap kritis tidak selalu harus diwujudkan lewat penolakan tanpa arah, tetapi juga melalui kemauan untuk membaca, memahami, dan memeriksa fakta.
Hal itu terangkum dalam bagian refrein yang berbunyi:
“Baca! sebelum percaya
Pikir! sebelum berkata
Lihat! apa yang nyata”
Tiga kalimat tersebut menjadi benang merah “Baca Pikir Lihat”, sekaligus menggambarkan pesan utama yang ingin ditanamkan PUNKESMAS melalui karya terbarunya.
Bayu Guntara menilai, pengetahuan dan kesadaran menjadi bagian penting dalam menghadapi derasnya arus informasi.
“Mereka yang berkuasa itu sebenarnya tidak takut pada materi, tapi takut pada orang yang mulai berpikir. Karena satu kepala yang benar-benar sadar punya kekuatan besar untuk mengguncang peta permainan mereka,” tutur Bayu.
Dengan perpaduan musik yang agresif dan lirik yang sarat pesan, “Baca Pikir Lihat” memperlihatkan bagaimana PUNKESMAS menggunakan punk bukan hanya sebagai ekspresi musikal, tetapi juga sebagai medium untuk menyampaikan keresahan sosial dan ajakan berpikir kritis.
Bagi PUNKESMAS, musik menjadi salah satu cara untuk mengingatkan pendengar bahwa di tengah derasnya informasi, kemampuan membaca, berpikir, dan melihat realitas secara lebih utuh tetap menjadi bekal penting.
Single “Baca Pikir Lihat” kini telah tersedia di berbagai platform pemutar musik digital dan dapat didengarkan oleh penikmat musik punk maupun pendengar yang ingin menyimak lebih jauh suara dari skena independen Karawang.

