Sukses Hadirkan 120+ Musisi di 7 Panggung, The Sounds Project Siap Hadir dengan Line-Up Lebih Besar Tahun Depan

0


seputarmusikindo.com - Jakarta — The Sounds Project Vol. 9 sukses digelar pada 7–9 Agustus 2026 di Ecovention & Ecopark Ancol, Jakarta. Mengusung tema Beyond Memories, festival musik ini menghadirkan lebih dari 120 musisi Indonesia dan internasional di tujuh panggung serta dipadati ratusan ribu pengunjung selama tiga hari.


Tak hanya menyajikan pertunjukan musik, The Sounds Project Vol. 9 juga memperluas ruang bagi komunitas dan generasi muda. Hampir 300 band dan komunitas dari berbagai daerah mendaftar untuk tampil di TSP Squad Stage Presented by Extra Joss Ultimate.

Keterlibatan mahasiswa juga hadir melalui program volunteer, internship, TSP Academy, dan Kolom Kampus. Berbagai program tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk terlibat dalam produksi festival, fotografi, hingga jurnalistik musik.

Dari sisi penampilan, The Sounds Project Vol. 9 menghadirkan sejumlah musisi internasional seperti Neck Deep (UK), Nusantara Beat (Belanda), dan JET (Australia).

Mereka tampil bersama deretan musisi Indonesia, di antaranya Tulus, Bernadya, Hindia, .Feast, Mahalini, Perunggu, Raisa, Yura Yunita, The Adams, Efek Rumah Kaca, Lomba Sihir, For Revenge, hingga King Nassar.

Sejumlah kolaborasi spesial juga menjadi sorotan sepanjang festival. Pee Wee Gaskins tampil bersama Rocket Rockers, J-Rocks membawakan Tribute to L’Arc-en-Ciel, sementara Bilal Indrajaya dan G-Pluck mengajak penonton bernyanyi bersama lewat lagu-lagu The Beatles.

Kolaborasi kejutan turut terjadi ketika Rizky Febian tampil bersama Mahalini dan Adrian Khalif. Teenage Death Star juga berkolaborasi dengan The Panturas, sementara Monkey Boots tampil bersama Wancoy dari Grindboys.

Tak berhenti di situ, The Sounds Project menghadirkan Special Set dari Barasuara, Raisa, dan Isyana Sarasvati yang memberikan format pertunjukan berbeda dari penampilan reguler mereka.

Di sisi keberlanjutan, The Sounds Project menggandeng Matters Project untuk mengelola sampah selama festival. Sampah yang terkumpul kemudian dikirim ke RDF Plant Rorotan untuk diolah menjadi bahan bakar dalam proses waste-to-energy (WTE).

Setelah sukses menggelar Vol. 9, The Sounds Project kini mulai mempersiapkan perjalanan menuju gelaran berikutnya. Festival Director sekaligus Founder & CEO The Sounds Project, Gerhana Banyubiru, menyebut evaluasi akan dilakukan sebelum mempersiapkan festival tahun depan.

“Kami akan beristirahat sejenak, mengevaluasi festival tahun ini, dan mulai mempersiapkan sesuatu yang lebih baik untuk tahun depan. Kayaknya sih, line-up lokal maupun internasional lebih banyak untuk tahun depan,” ujar Gerhana.

Berawal dari acara kampus pada 2015, The Sounds Project kini telah berkembang menjadi festival musik berskala besar. Sembilan volume dan sebelas tahun perjalanan menjadi bagian dari proses panjang festival dalam mempertemukan musisi, komunitas, dan penonton dalam satu ruang.

Dengan berakhirnya The Sounds Project Vol. 9, satu hal yang mulai dinantikan adalah seperti apa skala dan deretan line-up yang akan dibawa pada gelaran tahun depan.
Tags

Post a Comment

0Comments
Post a Comment (0)