Boniangga Rilis “Jauh Dari Sempurna (Amplified Version)”, Lagu Tentang Berdamai dengan Diri Sendiri

0


seputarmusikindo.com - Setelah lebih dulu memperkenalkan versi unplugged pada 12 Desember 2025, Boniangga akhirnya resmi merilis single terbarunya bertajuk “Jauh Dari Sempurna (Amplified Version)” pada 4 Februari 2026. Lagu ini menjadi bagian dari proyek EP Menuju 40, sekaligus menandai fase baru perjalanan musikal Boniangga yang semakin matang, jujur, dan emosional.


Mengusung nuansa pop rock dengan balutan aransemen yang lebih penuh dan kuat, “Jauh Dari Sempurna (Amplified Version)” berbicara tentang perjalanan seseorang dalam memaafkan diri sendiri, berdamai dengan masa lalu, dan menata ulang langkah menuju masa depan. Tema self forgiveness dan self healing menjadi benang merah utama dalam lagu ini, yang menurut Boniangga sangat relevan dengan kehidupan banyak orang, terutama mereka yang sedang memasuki babak baru, baik secara usia, karier, maupun relasi personal.


“Kesalahan di masa lalu tidak bisa dihapus, tapi kita bisa memaafkan diri kita di masa lalu, berdamai dengan diri sendiri saat ini, dan membiarkan hati serta pikiran melamban untuk masa depan,” ungkap Boniangga tentang pesan yang ingin ia sampaikan lewat lagu ini. Ia berharap lagu ini bisa menjadi ruang rehat bagi pendengar untuk berhenti sejenak, merenungkan perjalanan hidup, dan melangkah ke depan dengan semangat baru.


Proses kreatif lagu ini lahir dari momen yang sangat personal. Boniangga menulis lirik “Jauh Dari Sempurna” saat berada di pesawat menuju Jakarta usai melakukan perjalanan bisnis. Di tengah turbulensi yang cukup terasa, ia justru tenggelam dalam perenungan tentang perjalanan hidupnya selama hampir empat dekade — tentang mimpi, kegagalan, keputusan besar, hingga proses pendewasaan diri. Dari sanalah rangkaian lirik puitis lagu ini mulai tersusun, dengan nuansa reflektif yang kuat.


Dalam penggarapan musiknya, Boniangga kembali menggandeng Pieter Anroputra sebagai composer sekaligus music director, serta Marcell Siahaan sebagai co-producer. Workshop dan demo awal lagu ini dilakukan secara one take, membuat proses kreatif berjalan efektif sekaligus menjaga emosi lagu tetap raw dan jujur. Menurut Boniangga, pendekatan ini penting agar pesan lagu tetap terasa dekat dan membumi.


“Versi unplugged yang rilis Desember lalu memang aku hadirkan sebagai perkenalan awal lagu ini dengan suasana yang sangat intim. Tapi lewat Amplified Version ini, aku ingin pendengar merasakan emosi lagu yang lebih luas, lebih utuh, dan lebih kuat secara musikal,” jelas Boniangga.


Menurut Boniangga, tema self forgiveness dan self healing menjadi semakin penting seiring bertambahnya usia. Ia melihat banyak orang terjebak dalam penyesalan masa lalu atau tekanan terhadap diri sendiri, terutama saat memasuki usia 30, 40, 50 tahun, dan seterusnya. Lewat lagu ini, ia ingin mengajak pendengar untuk berhenti sejenak, menoleh ke belakang tanpa menghakimi diri sendiri, lalu melangkah ke depan dengan penuh semangat.


“Tujuan aku sederhana: semoga lagu ini bisa jadi ruang rehat. Tempat orang berhenti sebentar, memaafkan diri sendiri, dan menjalani hidup tanpa terlalu banyak penyesalan ke depannya,” ujarnya.


Lagu ini juga terasa semakin spesial bagi Boniangga karena menjadi lagu pertama dalam proyek EP Menuju 40 yang seluruh liriknya ia tulis sendiri. Tema self healing yang diangkat sangat personal, namun justru karena itu terasa semakin mudah untuk terhubung dengan pendengar. “Entah kenapa, aku merasa lewat lagu ini, jarak antara aku dan pendengarku jadi lebih dekat,” katanya.


Dalam perjalanan kariernya, Boniangga dikenal sebagai sosok yang membuktikan bahwa tidak ada kata terlambat untuk mengejar mimpi. Di tengah kesibukannya sebagai profesional di dunia perbankan selama hampir 17 tahun, ia tetap konsisten merawat mimpinya di dunia musik. Ia percaya bahwa dunia profesional dan dunia kreatif bisa berjalan beriringan dan saling menguatkan.


Secara musikal, Boniangga banyak terinspirasi dari warna pop dan rock era 90-an hingga awal 2000-an, dengan nama-nama seperti Marcell Siahaan dan Once Mekel sebagai referensi musikal utamanya. Nuansa tersebut terasa dalam “Jauh Dari Sempurna (Amplified Version)” lewat lirik puitis, melodi yang hangat, serta aransemen yang membawa nuansa nostalgia namun tetap relevan dengan pendengar masa kini.


Untuk promosi “Jauh Dari Sempurna (Amplified Version)”, Boniangga akan aktif memperkenalkan lagunya lewat media sosial serta berbagai radio. Ia berharap lagu ini tidak hanya didengar, tetapi juga dirasakan — menjadi soundtrack bagi mereka yang sedang menata ulang hidup, membuka lembaran baru, atau sekadar membutuhkan teman dalam proses berdamai dengan diri sendiri.


Ke depan, Boniangga telah menyiapkan EP bertajuk Menuju 40 yang dijadwalkan rilis pada triwulan II 2026, dengan eksplorasi musikal yang lebih luas ke arah rock tanpa meninggalkan karakter emosional yang sudah menjadi ciri khasnya. “Jauh Dari Sempurna (Amplified Version)” pun menjadi pintu pembuka menuju fase musikal baru tersebut.


Menutup perbincangan, Boniangga menyampaikan pesan sederhana namun kuat untuk para pendengarnya: “Jangan terlalu keras pada diri sendiri.” Sebuah pesan yang sejalan dengan semangat lagu ini — tentang menerima ketidaksempurnaan, memaafkan diri, dan melangkah ke depan.

Post a Comment

0Comments
Post a Comment (0)