seputarmusikindo.com - Jakarta — Selasa malam, 3 Februari 2026, Beach City International Stadium (BCIS) Ancol dipadati ribuan penonton lintas generasi. Sejak sore hari, penggemar Bryan Adams sudah berdatangan dengan kaus band, poster lawas, hingga ponsel yang siap merekam setiap momen spesial.
Malam itu, Bryan Adams resmi kembali menyapa Jakarta lewat konser Roll with the Punches Tour 2026, rangkaian tur dunia album terbarunya yang dirilis pada 2025. Konser ini dipromotori Rajawali Indonesia dan menjadi salah satu agenda musik internasional paling dinanti di awal tahun.
Sebelum Bryan Adams naik panggung, suasana lebih dulu dipanaskan oleh dua musisi Indonesia. Rony Parulian membuka konser dengan penuh energi, disusul Ari Lasso yang langsung membuat ribuan penonton bernyanyi bersama lewat lagu-lagu hitsnya.
Kejutan datang tepat pukul 21.15 WIB. Saat visual album Roll with the Punches mulai bergerak di layar raksasa, penonton bersiap menatap panggung utama. Namun, Bryan Adams justru muncul tak terduga dari sisi kanan depan panggung, sangat dekat dengan area festival. Ia langsung membuka penampilan dengan “Can’t Stop This Thing We Started”, lalu “Straight From the Heart” versi akustik yang membuat stadion bergemuruh.
Setelah itu, Bryan Adams berjalan menuju panggung utama dan mulai memacu adrenalin lewat deretan lagu rock seperti “Kick Ass”, “Run to You”, dan “Somebody”. Penonton tak sekadar menyaksikan, tapi ikut bernyanyi dan bergoyang bersama.
Momen visual paling mencuri perhatian hadir saat lagu “Roll with the Punches” dibawakan. Sebuah balon raksasa berbentuk sarung tinju berwarna perak melayang di atas kepala penonton, memicu sorak sorai dan lautan ponsel yang terangkat.
Di sela penampilan, Bryan Adams menyapa penonton dengan hangat. “Apa kabar? Sudah bertahun-tahun sejak terakhir ke sini. Kami sangat senang bisa kembali,” ujarnya, sebelum melanjutkan dengan “18 Till I Die”.
Emosi penonton memuncak saat “Please Forgive Me” dan “Heaven” menggema, dinyanyikan serempak oleh ribuan suara. Suasana semakin intim ketika Bryan Adams membawakan “Have You Ever Really Loved a Woman?” versi akustik, membuat stadion terasa hening namun penuh rasa.
Meski usianya telah melewati kepala enam, Bryan Adams tampil konsisten dan bertenaga dari awal hingga akhir. Konser ditutup manis lewat “(Everything I Do) I Do It for You”, disusul “Summer of ’69”, “Cut Like a Knife”, dan “All for Love”.
Sebelum meninggalkan panggung, Bryan Adams kembali menyapa penonton. “Terima kasih Jakarta. Kalian luar biasa. Kami akan kembali lagi,” katanya.
Sorak panjang pun menutup malam itu—sebuah bukti bahwa Bryan Adams masih, dan akan selalu, punya tempat spesial di hati penggemar Indonesia. 🎸✨

