Seputarmusikindo.com - TANGERANG SELATAN — Setelah sukses mencuri perhatian lewat single debut “Bundaku Tersayang”, penyanyi muda Alala Zahra kini mulai menyiapkan langkah berikutnya di industri musik Indonesia. Di usia 13 tahun, Alala menunjukkan keseriusannya dalam membangun perjalanan musikal dengan mempersiapkan official music video untuk lagu perdananya tersebut.
Tak sekadar menjadi pelengkap visual, music video “Bundaku Tersayang” dipersiapkan dengan konsep yang matang dan emosional. Bersama tim kreatif, Alala tengah mengeksplorasi berbagai pendekatan visual hingga storytelling agar pesan cinta seorang anak kepada ibu bisa terasa lebih dekat dan menyentuh penonton.
Beberapa konsep visual bahkan mulai dijajaki bersama kreator visual dan sutradara untuk menemukan interpretasi terbaik dari lagu yang dirilis bertepatan dengan Hari Kartini 2026 itu.
Selain fokus pada konsep video, tim Alala juga mulai mempersiapkan image styling untuk project ini. Dukungan fashion pun kembali datang dari sejumlah fashion designer dan boutique Indonesia, termasuk Lina Kartika yang sebelumnya ikut mendukung fase awal promosi debut Alala.
“Aku senang sekali karena ‘Bundaku Tersayang’ mendapatkan banyak respons yang hangat. Sekarang aku lagi excited banget menyiapkan official music video-nya. Aku ingin video ini bukan cuma indah secara visual, tapi juga bisa bikin orang benar-benar merasakan pesan cinta untuk bunda,” ujar Alala.
Siapkan Promo Saat Libur Sekolah
Tak berhenti sampai di music video, Alala juga sudah menyiapkan agenda promosi yang lebih luas selama momen libur sekolah 2026.
Rencananya, Alala akan menjalani radio visit di sejumlah kota di Pulau Jawa, media visit ke berbagai platform digital nasional di Jakarta, hingga tampil di beberapa kesempatan live performance.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pengembangan Alala sebagai pendatang baru yang ingin membangun koneksi lebih dekat dengan pendengar musik Indonesia.
Mulai Aktif Tulis Lagu Baru
Di balik kesibukan sekolah dan persiapan promosi, Alala ternyata mulai aktif menikmati proses kreatif untuk karya berikutnya. Ia disebut rutin menulis notasi, membuat lirik dari keresahan remaja seusianya, hingga merekam voice memo berisi ide-ide spontan yang muncul sehari-hari.
Seluruh proses kreatif itu berjalan di bawah arahan Edward Faisal sebagai music producer yang mendampingi perjalanan musikal Alala.
“Yang menarik dari Alala adalah rasa ingin tahunya dalam bermusik. Untuk usia 13 tahun, dia punya sensitivitas yang bagus terhadap melodi dan storytelling,” kata Edward.
Menurutnya, “Bundaku Tersayang” hanyalah langkah awal dari perjalanan artistik Alala yang akan dibangun secara bertahap dan konsisten.
Dukungan Keluarga Jadi Fondasi
Perjalanan Alala di dunia musik juga tak lepas dari dukungan keluarga. Sang ayah, Okii Syarif, yang juga menjadi executive producer melalui Chakiiyama Production, menyebut bahwa prioritas utama keluarga tetap memastikan Alala tumbuh sehat, bahagia, dan menikmati prosesnya.
“Kami ingin semuanya berjalan sehat dan bertahap. Tidak terburu-buru. Yang penting Alala bisa menikmati prosesnya dan tetap menjadi dirinya sendiri,” ujar Okii.
Sementara itu, sang ibu, Icha Anwar, mengaku lagu ini terasa sangat personal baginya sebagai seorang ibu.
“Rasanya seperti percakapan hati antara seorang anak dengan ibunya,” ungkap Icha.
Sosok Multitalenta
Selain aktif di dunia musik, Alala juga dikenal sebagai pelajar SMP di Tangerang Selatan sekaligus atlet figure skating yang memiliki sejumlah pengalaman kompetisi tingkat nasional hingga regional Asia.
Dengan image remaja berhijab yang positif, karya yang hangat, dan pendekatan family-friendly, Alala Zahra mulai menjadi salah satu nama muda yang menarik perhatian di industri musik Indonesia.
Single “Bundaku Tersayang” sendiri kini sudah tersedia di berbagai digital streaming platform.


