Perunggu Siapkan Malam Penuh Dinamika di Surabaya Bareng Salma Salsabil dan Natassya Thee Marloes

0

 


seputarmusikindo.com - 12 Mei 2026 – Band alternative rock asal Jakarta, Perunggu, kembali melanjutkan rangkaian tur “Pertunjukan Dalam Dinamika” ke Surabaya pada 16 Mei 2026 mendatang. Bertempat di Grand City Hall, konser ini menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan tur mereka setelah sukses menghadirkan pertunjukan monumental di Jakarta tahun lalu.


Bukan sekadar memainkan lagu-lagu dari album Dalam Dinamika, trio yang digawangi Maul Ibrahim, Adam Adenan, dan Ildo Hasman ini ingin menghadirkan pengalaman konser yang terasa lebih utuh dan emosional bagi penonton.


Menurut Maul Ibrahim, tur kali ini menjadi momen bagi Perunggu untuk menyempurnakan konsep pertunjukan mereka, baik secara teknis maupun pengalaman secara keseluruhan.


“Di tur ini, kami nggak cuma mengulang, tapi mencoba menyempurnakan. Kami lebih siap secara teknis, tapi juga lebih sadar bahwa yang penting itu bukan cuma tampil rapi, tapi bagaimana pengalaman itu terasa ke penonton,” ujar Maul.


Konser “Pertunjukan Dalam Dinamika” sendiri sebelumnya telah menyambangi Yogyakarta dan akan berlanjut ke Surabaya sebelum ditutup di Bandung pada 23 Mei 2026 di Eldorado Dome.


Perunggu Ingin Penonton Lebih Menikmati Momen Konser


Dalam tur kali ini, Perunggu juga membawa pendekatan yang cukup berbeda. Mereka mengimbau penonton untuk tidak terburu-buru mengunggah video konser ke media sosial agar momen menikmati musik secara langsung terasa lebih personal.


Bagi Perunggu, konser bukan hanya soal dokumentasi, tetapi tentang bagaimana penonton benar-benar hadir dan menikmati setiap detail pertunjukan.


“Kami ingin penonton benar-benar menikmati momen. Tujuannya supaya pengalaman itu jadi personal dulu, baru nanti jadi memori,” jelas Maul.


Pendekatan tersebut juga selaras dengan konsep pertunjukan yang kini mereka bangun lebih matang. Mulai dari tata cahaya, visual, hingga transisi antar lagu dipersiapkan secara detail agar penonton bisa menikmati satu kesatuan pengalaman konser.


“Sekarang ini mungkin pertama kalinya kami benar-benar memikirkan pertunjukan secara menyeluruh. Dari lighting, visual, sampai flow antar lagu. Kami ingin ini terasa sebagai satu show yang utuh, bukan sekadar memainkan lagu,” tambah Ildo Hasman.


Surabaya Jadi Kota dengan Energi Berbeda bagi Perunggu


Bagi Perunggu, Surabaya memiliki karakter penonton yang unik dan berbeda dibanding kota lainnya. Adam Adenan menyebut penonton di Kota Pahlawan cukup antusias terhadap eksplorasi musik yang lebih kompleks.


“Surabaya itu menarik, karena energinya beda. Kami merasa penonton di sana cukup menikmati hal-hal yang secara musikal lebih kompleks,” ungkap Adam.


Sementara itu, Maul juga menilai Surabaya menjadi representasi penting bagi pendengar Perunggu di kawasan Jawa Timur, termasuk Malang dan Sidoarjo.


“Walaupun secara pasar konser katanya menantang, itu justru yang pengen kami coba pecahkan,” ujar Maul.


Gandeng Salma Salsabil dan Natassya Thee Marloes


Menariknya, konser di Surabaya nanti juga akan menghadirkan dua musisi dengan warna berbeda, yakni Salma Salsabil dan Natassya Sianturi dari Thee Marloes.


Kolaborasi tersebut disebut menjadi bagian dari keinginan Perunggu untuk memperluas pengalaman musikal penonton dalam satu panggung.


“Kami senang bisa main bareng musisi yang kami kagumi. Ada keinginan untuk berbagi ruang dan memperluas pengalaman penonton juga,” tutup Maul.


Informasi lengkap mengenai tiket tur “Pertunjukan Dalam Dinamika” dapat diakses melalui dalamdinamika.com.

Tags

Post a Comment

0Comments
Post a Comment (0)