Foto Istimewa
Seputarmusikindo.com - Jakarta – Tidak semua lagu lahir dalam waktu singkat. Ada karya yang harus menunggu bertahun-tahun hingga akhirnya menemukan sosok yang tepat untuk menyampaikan pesannya. Itulah kisah di balik "Tak Bisa Memilih", single kolaborasi antara Febas dan Arbi RM yang resmi dirilis pada 22 Juni 2026.
Lagu ini sebenarnya telah ditulis Arbi RM pada awal Januari 2023. Saat itu, proses produksi sempat berjalan dan bahkan sudah memiliki penyanyi. Namun, karena berbagai kendala, proyek tersebut terhenti. Selama hampir satu tahun, lagu ini dibiarkan tersimpan karena Arbi merasa belum menemukan karakter vokal yang mampu menghidupkan makna di balik liriknya.
Harapan itu akhirnya datang pada 2025 ketika Arbi bertemu dengan Febas. Pertemuan tersebut menjadi titik balik bagi lagu "Tak Bisa Memilih". Proses aransemen kembali dibangun dari awal, dilanjutkan dengan rekaman vokal hingga penyempurnaan produksi yang berlangsung sampai Mei 2026.
Lebih dari sekadar lagu cinta, "Tak Bisa Memilih" mengangkat kisah seseorang yang berusaha memaksa orang lain untuk membalas perasaannya. Namun seiring waktu, ia menyadari bahwa cinta tidak bisa dipaksakan, karena pada akhirnya hanya Tuhan yang berhak menentukan ke mana hati seseorang akan berlabuh.
Pesan tersebut terasa kuat melalui lirik seperti "Oh mengapa kau slalu menjauh, mungkin aku bukan untukmu, mengapa cinta takkan pernah bisa memilih," yang menggambarkan pergulatan batin antara harapan, penolakan, hingga akhirnya belajar menerima kenyataan dengan ikhlas.
Secara musikal, lagu ini diperkaya oleh aransemen string yang digarap langsung oleh Arbi RM, dipadukan dengan permainan gitar Pangik Padengke, bass Yesaya Refy, drum Diva Abieza, serta proses mixing dan mastering oleh Ali Akbar. Video musiknya diproduseri Isa Mahendra dan telah tersedia di YouTube, bersamaan dengan perilisan di seluruh platform digital musik.
Bagi Arbi RM, rampungnya "Tak Bisa Memilih" bukan sekadar menyelesaikan sebuah lagu yang tertunda selama tiga tahun, tetapi juga menjadi bukti bahwa setiap karya memiliki waktunya sendiri untuk menemukan suara yang tepat dan menyampaikan pesannya kepada para pendengar.

