Stephjaksel Mengajak Kita Bangkit Dari Kegagalan Lewat "Memeluk Sekali Lagi".

0

Foto Istimewa

seputarmusikindo.com - Jakarta – Penyanyi Stephjaksel kembali melanjutkan perjalanan musikalnya dengan merilis single ketiga berjudul Memeluk Sekali Lagi, sebuah karya emosional yang berbicara tentang penyesalan, kehilangan, serta kerinduan kepada seseorang yang telah pergi.


Lagu ini lahir dari pengalaman yang dekat dengan kehidupan banyak orang, ketika seseorang baru menyadari bahwa kegagalan dalam sebuah hubungan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan kesempatan untuk memperbaiki diri dan menata kembali kehidupan yang sempat runtuh.

Foto Istimewa

“Sepenggal kalimat yang menjadi judul lagu Memeluk Sekali Lagi sebenarnya relate sekali dengan hidup saya dan mungkin banyak orang. Di mana saya gagal dalam berumah tangga. Lagu ini seakan menjadi pintu untuk memutar waktu lagi ke awal, kembali ke titik di mana mungkin bisa memperbaiki keadaan, mengambil keputusan yang lebih baik, dan melakukan hal-hal yang dulu sempat tidak saya lakukan,” ujar Stephanie.

Perjalanan lahirnya lagu ini juga mempertemukan Stephjaksel dengan Nur Satriatama atau Satrio ‘Alexa’, musisi yang dikenal melalui kiprahnya bersama Alexa dan Maliq & D’Essentials. Satrio bertindak sebagai penulis lagu sekaligus produser, dan merasa karya tersebut memang ditujukan untuk sosok yang tengah menghadapi fase kehilangan.

Foto Istimewa

“Lagu ini memang sudah gue tulis untuk sosok penyanyi yang sedang dilanda kehilangan. Dan takdir mempertemukan gue dengan Stephanie, yang memang sedang ada di fase gelap. Gue merasa ikatan ini yang akhirnya menjadikan lagu ini gue persembahkan untuk Stephanie,” ungkap Satrio.

Secara musikal, Memeluk Sekali Lagi dibangun dengan aransemen sederhana dan intim. Ditulis dalam tempo 60 BPM, lagu ini mengedepankan kekuatan lirik, melodi, serta ruang emosional yang dibiarkan tumbuh secara alami tanpa balutan produksi yang berlebihan.

Bagi Stephjaksel, musik bukan sekadar medium berekspresi, tetapi juga ruang pemulihan yang mampu mengubah pengalaman hidup menjadi sesuatu yang bermakna bagi banyak orang.

“Lewat lagu, pesan hidup bisa disampaikan. Lagu kadang bisa menjadi pelecut semangat hidup pendengarnya. Jujur, lagu ini menyiratkan pesan bahwa orang yang gagal hanya perlu didengar dan dipahami untuk kembali hidup secara utuh,” tuturnya.

Foto Istimewa
Perjalanan Stephjaksel sendiri tidak selalu berjalan mulus. Penyanyi kelahiran Bandung, 30 Januari 1990 itu pernah mengalami kecelakaan dan didiagnosis tumor otak di tengah proses berkarya. Dukungan keluarga, tim produksi, serta Satrio sebagai produser menjadi kekuatan yang membuatnya tetap melangkah dan melanjutkan proses kreatif.

Melalui Memeluk Sekali Lagi, Stephjaksel tidak hanya membagikan kisah personalnya, tetapi juga menghadirkan pengingat bahwa setiap kegagalan menyimpan peluang untuk bangkit, berdamai dengan masa lalu, dan menemukan kembali harapan yang sempat hilang.

Post a Comment

0Comments
Post a Comment (0)